Memilih Minyak Pelumas Mesin Pendingin


          Minyak Pelumas (oli) Pada Mesin Pendingin AC, Kulkas, Refrigerator, Frezer adalah bagian yang harus kita perhatikan, tak jarang para tehnisi service AC dan Kulkas kurang memperhatikan hal ini. Suatu misal terdapat kerusakan pada mesin pendingin karena kebocoran refrigerant (freon), seorang tehnisi pendingin memperbaiki kebocoran refrigerant dan langsung mengisi refrigerant tanpa melakukan penambahan pelumas (oli) pada mesin pendingin, hal ini merupakan kesalahan fatal karena dengan terjadinya kebocoran refrigerant pada mesin pendingin secara otomatis pelumas pada sistem akan berkurang. Hal ini tidak akan berpengaruh dalam jangka pendek, tapi perlu kita ketahui kekurangan pelumasan pada AC, Kulkas maupun mesin pendingin lainnya berakibat memperpendek usia mesin pendingin, khususnya pada kompresor. Kita tau kompresor mempunyai harga hampir setengah dari harga mesin pendingin.
Pada mesin pendingin minyak pelumas mempunyai fungsi:
  1. Minyak pelumas pada mesin pendingin berfungsi untuk meredam panas di bagian-bagian kompresor. 
  2. Berfungsi untuk melumasi bagian dalam kompresor suatu mesin pendingin agar kompresor tidak cepat aus karena gesekan yang ditimbulkannya.
  3. Membentuk lapisan penyekat sehingga dapat menghindari kebocoran kompresi dan menahan hentakan pada kompresor.
  4. Sebagai zat detergen ( bahan pembersih ).

                  Sebagian kecil dari oli kompresor bercampur dengan refrigerant (Freon), kemudian ikut bersirkulasi di dalam seluruh sistem pendingin melewati kondensor dan evaporator, oleh karena itu minyak pelumas harus memenuhi sifat selain sebagai pelumas yang baik, juga tidak menyebabkan gangguan (penyumbatan) atau kerusakan refrigerant dan bagian-bagian yang dilaluinya (kompresor-evaporator-condensor). Disamping itu, minyak pelumas mesin refrigerasi harus tahan terhadap temperatur tinggi, karena gas refrigerant pada akhir langkah kompresi di dalam silinder kompresor bertemperatur tinggi.

          Minyak pelumas mesin refrigerasi harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu sesuai dengan temperatur kerja mesin pendingin, jenis refrigerant (bahan pendingin) dan jenis kompresor yang dipergunakan.
Persyaratan minyak pelumas mesin refrigerasi :
  • Bersifat isolator listrik yang baik, karena bila bahan pelumas bersifat konduktor akan merusak motor listrik pada kompresor. terutama untuk pengunaan pada mesin pendingin yang menggunakan kompresor internal ( kompresor hermatik ).
  • Kemurnian tinggi (tidak mengandung kotoran, air, asam dan bahan lain yang tidak dibutuhkan)   
  • Mempunyai Viscosity (kekentalan) yang tepat sesuai dengan mesin pendingin sehingga akan dapat dapat memberikan pelumasan yang baik pada temperature rendah maupun tinggi.
  • Dapat dipisahkan dengan mudah dari refrigerant (bahan pendingin) tanpa adanya reaksi kimia.
  • Titik beku yang rendah, sehingga apabila minyak pelumas mesin pendingin melewati Evaporator yang mempunyai temperature yang sangat rendah bahan pelumas tidak akan mejadi beku dan akan tetap dapat mengalir.
  • Mempunyai kadar paraffin / lilin yang rendah sehingga tidak akan mudah membeku pada temperatur rendah.
  • Titik nyala yang tinggi (stabilitas termal yang baik).
  • Tidak mudah membentuk emulsi.
  • Tidak bersifat sebagai oxidator
  • Kekuatan lapisan minyak yang tinggi.
          Minyak pelumas untuk mesin pendingin dibuat dari bahan minyak mineral yang baik dari golongan napthene dimana ini membersihkan melalui proses penyulingan minyak untuk diambil kandungan lilin, air, belerang dan lain-lain kotorannya. Pada umumnya minyak pelumas mesin pendingin diberi bahan tambahan (Additive) untuk menghindari terjadinya endapan busa.

          Kekentalan minyak pelumas, biasanya diukur dengan satuan Saybolt Universal Second (SUS) yaitu waktu dalam satuan detik yang diperlukan untuk mengalirkan minyak pelumas sejumlah 60 cm3 dengan beratnya sendiri dari tabung melaui pipa kapiler yang berdiameter dalam 0,1765 cm dan panjang 12.25 mm pada suhu udara 100º F atau 37,8º C. Dalam menentukan kekentalan minyak pelumas yang akan digunakan adalah sangat penting sekali karena hal ini akan mempengaruhi sirkulasi minyak pelumas dalam kompresor.

          Minyak pelumas yang terlalu kental akan megakibatkan akan sulit untuk menembus / masuk pada bagian-bagian yang memerlukan pelumasan sehingga pelumasan tidak akan merata dan kompresor akan cepat dapat mengalami kerusakan, sebaliknya apabila terlalu encer maka minyak pelumas tidak akan akan dapat membentuk lapisan penyekat sehingga akan mudah terjadi kebocoran kompressi ( terutam untuk kompresor rotary ) dan akan dapat mempercepat keausan pada bagian-bagian kompresor yang bergesekan.
Pemilihan Kekentalan minyak pelumas pada mesin pendingin dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
  • Temperatur penguapan bahan pendingin di Evaporator. Minyak pelumas akan bertambah kental apabila temperaturnya turun misalnya, pada temparatur 30º C minyak pelumas mempunyai kekentalan 175 SUS tetapi pada temperatur 5º C kekentalannya menjadi 1800 SUS.
  • Temperatur kompresor pada saat sedang bekerja. Kekentalan minyak pelumas akan turun pada saat temperatur minyak pelumas naik.
  • Jenis bahan pendingin yang digunakan dalam mesin pendingin. Sesuaikan sifat dari setiap bahan refrigerant pada mesin pendingin dengan jenis pelumasnya.



Next Prev Prev
 
© Privacy and Security - Term of Use - Hyperlink Policy © Copyright Global Electronic 2007. All rights reserved - Designed by harnods.info